BERITA

BERITA

Gelar Apel Kesadaran, SMP Arnoldus Labuan Bajo Evaluasi Karakter hingga Kedisiplinan Siswa

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Arnoldus Labuan Bajo menggelar apel kesadaran di Lapangan Sepak Bola SMP Arnoldus, Jumat (9/10/2026) pagi. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata mengaktualisasikan program pembentukan karakter siswa-siswi di lingkungan sekolah.

​Dalam pengarahan pagi tersebut, perwakilan dewan guru, ibu Sri Murti S.Pd, menyampaikan lima poin penting yang menjadi sorotan utama untuk dievaluasi oleh seluruh peserta didik.

​1. Kepedulian terhadap Kebersihan Lingkungan

Sri Murti menyayangkan tingkat kepedulian peserta didik yang menurun terhadap kebersihan. Banyak sampah makanan ringan yang dibuang sembarangan tanpa rasa bersalah. Ia menghimbau seluruh warga sekolah untuk merawat lingkungan sebagai bentuk apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Arnoldus (YASPENDAR) yang telah menyediakan fasilitas pendidikan.

​2. Pola Hidup Sehat dan Edukasi Keuangan

Poin kedua menyoroti kesehatan dan kebiasaan jajan siswa. Sri Murti mencatat bahwa banyak siswa mengabaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah dan lebih memilih jajan sembarangan.

​Ia mengingatkan bahaya mengonsumsi makanan kemasan secara berlebihan, khususnya mi instan yang diolah tidak higienis. Selain kesehatan fisik, siswa diimbau membangun karakter hemat dengan menabung sisa uang jajan di celengan untuk kebutuhan mendesak seperti biaya fotokopi.

​"Semoga kalian memiliki rasa cinta untuk diri sendiri dan masa depan dengan menjaga kesehatan secara baik," tegas Sri Murti.

​3. Penerapan Tata Krama (5S)

Guna memperkuat etika sosial, sekolah mewajibkan siswa mempraktikkan budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun). Sikap memberi salam dan permisi saat melintas di depan guru atau orang lain merupakan indikator keberhasilan pembelajaran nilai di kelas.

​4. Peningkatan Kedisiplinan Belajar

Sri Murti mengkritik penurunan ketertiban belajar siswa yang cenderung berada di luar kelas atau kantin saat jam kosong. Ia meminta siswa memanfaatkan waktu untuk belajar secara mandiri di perpustakaan atau kelas jika guru berhalangan hadir.

​5. Menjaga Kebersihan Ruang Kelas

Menutup arahannya, Sri Murti menekankan pentingnya kenyamanan ruang belajar yang sangat dipengaruhi oleh kebersihan. Kesadaran merawat kelas harus ditingkatkan setiap hari.

​"Cara berterima kasih kepada ruangan tempat kita belajar adalah dengan cara membersihkannya setiap hari setelah selesai jam pelajaran," pungkasnya.

YOUTUBE CHANEL