BERITA

BERITA

Soroti Fenomena Kecanduan Gawai pada Siswa, SMP Arnoldus Labuan Bajo Batasi Penggunaan HP

SMP Arnoldus Labuan Bajo membatasi penggunaan gawai (smartphone) bagi para siswanya di lingkungan sekolah. Langkah tegas ini diambil menyusul maraknya fenomena penurunan konsentrasi belajar serta perubahan perilaku siswa akibat penggunaan HP yang berlebihan.

​Sosialisasi kebijakan baru tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Arnoldus, Srimurti, dalam rapat resmi bersama para orang tua siswa di Aula Arnold Janssen d'Hall, Sabtu (24/10/2026).

​Srimurti mengungkapkan, pihak sekolah mendapati fenomena yang cukup mengkhawatirkan dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah siswa menunjukkan sikap apatis, cenderung acuh tak acuh, dan enggan bertegur sapa dengan guru maupun rekan sebaya.

​Selain masalah sosial, kualitas dan fokus belajar siswa di kelas juga merosot tajam. Siswa yang dulunya aktif dan memiliki konsentrasi tinggi, kini justru kerap mengantuk dan tertidur di kelas saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

​"Ketika ditanya alasan mengantuk di kelas, sebagian besar mengaku kurang tidur karena bermain HP hingga larut malam," ujar Srimurti di hadapan para orang tua siswa.

​Kondisi tersebut berdampak langsung pada ketidakefektifan proses pembelajaran serta penurunan nilai akademik siswa. Merespons permasalahan ini, sekolah menetapkan aturan ketat: siswa dilarang membawa HP ke sekolah, kecuali atas instruksi guru mata pelajaran untuk kebutuhan belajar.

​Bahkan jika diizinkan membawa gawai, penggunaannya terbatas hanya pada jam pelajaran yang bersangkutan. Di luar jam tersebut, HP wajib diserahkan kepada wali kelas dan baru dapat diambil kembali setelah jam sekolah usai.

​Bagi siswa yang melanggar, pihak sekolah akan mengenakan sanksi tegas berupa penyitaan HP hingga akhir semester serta pemanggilan orang tua/wali. Pihak sekolah menilai langkah ini paling efektif untuk mengembalikan fokus belajar dan membangun karakter siswa di sekolah.

 Apresiasi Prestasi Siswa

​Meski menyoroti masalah disiplin dan kecanduan gawai, di kesempatan lainnya, Srimurti tetap menyampaikan apresiasi atas berbagai raihan prestasi siswa SMP Arnoldus, baik di bidang akademik maupun non akademik. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari bakat siswa yang terus diasah melalui proses pembelajaran berkelanjutan.

​"Prestasi-prestasi ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara guru dan orang tua. Kami mengucapkan terima kasih kepada para orang tua yang telah mendukung dan mengizinkan anak-anak untuk mengikuti kegiatan belajar tambahan di sore hari," pungkas Srimurti.

YOUTUBE CHANEL